Tag

, , , , , ,

Catatan M.D. Atmaja

Pergaulan hidup manusia berbangsa dan bernegara membutuhkan adanya aspek pembangun relasi, antara satu individu dengan individu lain. Hal ini dapat terjadi dengan cara penyampaian pesan, baik verbal maupun non verbal. Penyampaian pesan ini yang kemudian disebut dengan proses komunikasi, yang mana dapat dijadikan sebagai suatu kegiatan dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menyampaikan informasi atau gagasan antara individu. Kegiatan berkomunikasi adalah kegiatan berbahasa yang dapat dimengerti oleh masing-masing komunikan.

Bangsa Indonesia sendiri dibangun dari berbagai unsur yang berbeda, secara goegrafis maupun kebudayaan. Seperti yang terlihat dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika” walaupun berbeda-beda, namun tetap satu juga sebagai bangsa Indonesia. Proses penyatuan ini dapat terjadi dengan adanya satu bahasa yang menyatukan keseluruhan aspek dalam kehidupan manusia. Satu bahasa sebagai identitas bangsa.

Kebersatuan ini, yang saya kira sebagain tonggak awal lahirnya Sumpah Pemuda tahun 1928, yang salah satunya menyatakan “Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Ketika itu Moehammad Yamin sadar betul akan perlunya bahasa persatuan, bahasa yang membebaskan manusia dari primordialisme, sifat kedaerahan, agar mengarah pada persatuan bangsa Indonesia. Lahir, bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, yang dipergunakan untuk berkomunikasi antar manusia Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Bahasa menempati posisi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak sekedar sebagai tumpukan simbol linguis yang mewakili sesuatu, namun juga yang dapat menjadi pijakan kesatuan antar unsur yang membangun bangsa Indonesia. Tidak ada Jawa, atau Sumatra, pun Jayapura, yang ada hanya Indonesia.

Bahasa Indonesia memerankan posisi penting dalam persatuan dan kesatuan bangsa, sebagai bahasa yang dimengerti oleh semua orang. Meskipun bahasa Indonesia tidak sebagai bahasa ibu, namun di Indonesia telah digunakan setidaknya oleh sembilan puluhan persen dari seluruh rakyat. Bahasa Indonesia memiliki sifat yang menyeluruh, merakyat dan menjadi salah satu aspek yang paling Indonesia.

Menggunakan bahasa Indonesia dalam pergaulan sehari-hari dalam lingkungan luas, adalah gerakan untuk ikut berproses dalam penyatuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahasa yang diteriakan dalam sumpah, menuju pada kebersatuan dari Sabang sampai Merauke.

Aspek dari bahasa ini selain kebersatuan juga menjadikan komunikasi yang efektif, sebab dapat dimengerti oleh setiap komunikan dari berbagai daerah di Indonesia. Kalau kita ingin memenuhi kebutuhan melalui bahasa, maka penggunaan bahasa paling tepat adalah dengan bahasa Indonesia. Apa kita mau kalau sampai orang tidak mengerti dengan apa yang kita katakan? Tentu tidak. terlalu mubazir apa yang kita katakan panjang lebar namun kalau tidak dimengerti oleh khalayak publik.

StudioSDS – Mei 2011